Please wait...



Berita

colorful-healthy-and-unhealthy-food-on-white-textured-background_23-2147885658.jpg
09/Feb/2026

 

Kondisi tubuh kita di bentuk dan di tentukan oleh nutrisi dari makanan yang kita konsumsi setiap hari , setiap organ tubuh ( rambut,Kulit, sel darah, dan dll) selalu diperbaharui setiap hari menggunakan komponen komponen yang di ambil dari makanan yang kita konsumsi .

Bila ada penyakit ganguan pencernaan ,kondisi ini dapat memyebabkan kurang sempurnanya proses pencernaan. Makanan yang belum tercerna dengan baikini dapat meracuni darah kita bereaksidan menyebabkan gejala gejala yang tidak kita inginkan.

Itu sebabnya kita harus mengetahui makanan apa saja yang menyebabkan reaksi di kurangi konsumsinya atau malah digantikan.

Penyakit kronis sering kali disebabkan oleh reaksi sistem imun tubuh kita yang dipicu oleh makanan yang kita konsumsi. Reaksi system imun yang disebabkan oleh makanan disebut Food Sensitivity. Food Sensitivity dapat menyebabkan beberapa gejala di bawah ini:

  • ADHD (Attention-deficit Hyperactivity Disorder)
  • Asma
  • Autisme
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Diabetes
  • Gluten Sensitivity
  • Migran
  • Merasa selalu kecapean dan kelelahan
  • Penyakit autoimmunitas, seperti SLE (Lupus), Celiac, dll
  • Penyakity Gangguan Pencernaan (IBS – Irritable Bowel Syndrome)
  • Berat badan tinggi
  • Penyakit kulit

Apakah Perbedaan Antara Alergi Dan Food Sensitivity?

Setiap makanan yang kita konsumsi, debu yang kita hirup, zat yang terserap oleh kulit kita, akan menyebabkan reaksi sistem imun dalam tubuh kita.

Bentuk reaksi sistem imun yang paling dikenal adalah ALERGI MAKANAN. Reaksi ini terjadi sangat cepat dan langsung dirasakan.  Ini dinamakan Tipe 1 Reaksi Imun. Tubuh kita memediasi reaksi ini dengan mengeluarkan antibodi jenis Immunoglobulin Tipe E atau IgE. Contoh-contoh alergi ini adalah alergi kacang, susu sapi, telur,dll. Sekitar 1% dari populasi mengalami alergi ini.

Adapula beberapa tipe reaksi yang tidak langsung. Tubuh kita memediasi makanan dengan mengeluarkan antibody jenis Immunoglobulin Tipe G atau IgG dan baru dirasakan setelah beberapa hari. Reaksi ini dapat dipicu oleh konsumsi makanan atau penggunaan kosmetik dan terserap melalui kulit. Lebih dari 40% populasi mengalami reaksi tidak langsung ini yang dinamakan Tipe 3 Reaksi Imun. 

Reaksi tidak langsung ini juga disebut Food Sensitivity. Biasanya reaksi ini baru dirasakan beberapa jam atau beberapa hari setelah konsumsi makanan atau penggunaan kosmetik. Karena adanya senggang waktu, gejala-gejalanya lebih sulit untuk didiagnosa. Contoh gejala-gejala ini seperti diare, sakit kepala, sakit kulit, gangguan perkembangan atau peningkatan motorik anak-anak yang berlebihan (ADHD).

Dengan mengukur kadar IgG untuk tiap tipe makanan akan membantu menurunkan reaksi imun yang berlebihan dan meningkatan kesehatan.

Yang ketiga, ada makanan-makanan yang langsung ditolak oleh tubuh kita atau disebut INTOLERANSI MAKANAN. Reaksi ini biasanya disebabkan oleh prekondisi genetik atau keturunan. Banyak kasus intoleransi lactose (susu), MSG atau zat kimia/aditif lainnya yang masuk dalam kategori ini. Sampai saat ini belum ada tes untuk kategori ini


© 2019 - 2022 LiderLab - PT Lider Indonesia